Pernah dengar istilah channel dan concurrent call lalu bertanya-tanya itu apa dan sebenarnya manfaatnya apa sih? Yuk, kita bahas bareng-bareng.
Apa itu Channel?
Channel adalah jalur komunikasi suara yang tersedia untuk satu panggilan. Satu panggilan aktif memakai satu channel, baik masuk maupun keluar. Bayangkan channel sebagai jumlah “jalur” yang tersedia di sebuah jalan tol.
Contoh:
- SIP trunk(line telpon) dengan 10 channel bisa menangani 10 panggilan sekaligus.
- Jika ada panggilan ke-11, panggilan tersebut akan gagal, terdengar nada sibuk, atau ditolak oleh sistem.
Apa itu Concurrent Call?
Concurrent call adalah jumlah panggilan yang berlangsung bersamaan pada satu waktu. Ini ukuran beban nyata yang sedang terjadi, sedangkan channel adalah kapasitas maksimal yang tersedia.
Contoh: perusahaan punya 20 channel, dan pada pukul 10.00 ada 14 panggilan berlangsung. Concurrent call saat itu adalah 14, sehingga masih tersisa 6 channel kosong.
Hubungan Keduanya
| Aspek | Channel | Concurrent Call |
| Sifat | Kapasitas (batas atas) | Penggunaan aktual |
| Ditentukan oleh | Paket langganan / konfigurasi | Aktivitas telepon saat itu |
| Analogi | Jumlah jalur jalan | Jumlah mobil yang lewat |
| Berubah-ubah? | Tetap sampai upgrade | Naik turun setiap saat |
Secara praktis, concurrent call tidak boleh melebihi jumlah channel. Jika terlampaui, panggilan baru akan gagal.
Bagaimana Menghitung Kebutuhan Channel?
- Ketahui jam sibuk (peak hour). Lihat kapan panggilan paling ramai, misalnya pukul 09.00-11.00.
- Hitung panggilan simultan tertinggi. Gunakan log atau laporan dari PBX untuk melihat puncak concurrent call.
- Tambahkan cadangan 20-30%. Ini mengantisipasi lonjakan tak terduga, seperti promo atau gangguan layanan.
- Pertimbangkan arah panggilan. Panggilan masuk dan keluar sama-sama memakai channel, jadi hitung keduanya.
Contoh: puncak aktual 25 panggilan bersamaan, ditambah cadangan 25%, berarti Kamu butuh sekitar 32 channel.
Faktor Lain yang Memengaruhi
- Bandwidth. Setiap panggilan memakai bandwidth tertentu, tergantung codec. G.711 memakai sekitar 80-100 kbps per panggilan, sedangkan G.729 sekitar 30 kbps. Semakin banyak concurrent call, semakin besar bandwidth yang dibutuhkan, jadi kapasitas internet juga harus memadai.
- Kapasitas server PBX. Server harus mampu memproses banyak panggilan sekaligus, terutama jika ada fitur rekaman, transcoding, atau IVR.
- Kualitas jaringan. Jitter, packet loss, dan latensi tinggi menurunkan kualitas suara, apalagi saat concurrent call mendekati batas.
Baca artikel lain nya seperti Apa Itu Bandwidth
Kesalahan Umum
- Menyamakan channel dengan jumlah ekstensi atau agen. Perusahaan dengan 50 karyawan tidak selalu butuh 50 channel, karena tidak semuanya bertelepon bersamaan.
- Membeli terlalu sedikit. Hasilnya panggilan pelanggan gagal masuk saat jam sibuk.
- Membeli terlalu banyak. Hasilnya biaya langganan terbuang untuk kapasitas yang jarang terpakai.
- Mengabaikan bandwidth. Channel banyak tidak berguna jika internet tidak sanggup membawa trafik suaranya.
Tips Praktis
- Pantau statistik concurrent call secara berkala untuk melihat pola penggunaan.
- Pilih penyedia yang memungkinkan penambahan channel secara fleksibel (scalable).
- Siapkan call queue atau IVR agar panggilan berlebih tidak langsung ditolak.
- Uji beban sebelum peluncuran kampanye besar, seperti telemarketing atau promo.
Kesimpulan
Channel adalah kapasitas yang Kamu sewa, sedangkan concurrent call adalah beban nyata yang terjadi. Menjaga keseimbangan keduanya, dengan kapasitas cukup untuk jam sibuk tanpa berlebihan, adalah kunci komunikasi suara yang lancar dan biaya yang efisien.
Leave a Reply