Memetakan line konvensional ke SIP trunk

Tahu ga sih, setiap konsep pada line telepon konvensional ternyata punya padanan di cloud PBX? Bedanya, semuanya diatur lewat konfigurasi, bukan kabel atau perangkat gateway. VoipCall menyebut SIP trunk menggantikan ISDN(Integrated services digital network) dan analog gateway. Tabel di bawah ini memetakannya satu per satu.

Di line konvensional Padanan di SIP trunk dan cloud PBX Yang perlu dipahami
Nomor telepon kantor Nomor DID Satu trunk bisa membawa banyak DID; tiap DID diarahkan oleh inbound route
Jumlah jalur fisik Kanal bersamaan Membatasi panggilan serentak, bukan jumlah nomor atau ekstensi
Kabel analog atau PRI/E1 beserta gateway Trunk pada cloud PBX Berupa objek konfigurasi dengan status terdaftar atau tidak
Awalan keluar, misalnya menekan 9 Dial pattern pada outbound route Pola nomor yang menentukan trunk mana yang dipakai
Pindah ke jalur lain saat sibuk Daftar trunk berurutan pada outbound route Trunk kedua dipakai bila trunk pertama tidak tersedia
Nomor yang tampil di telepon penerima Caller ID pada outbound route Pada tutorial konfigurasi VoipCall, diisi dengan subscription ID
Rincian tagihan telepon CDR (Call Detail Record) Mencatat waktu, durasi, status, nomor asal, dan nomor tujuan

Tipe trunk: cara operator mengenali cloud PBX

Operator harus tahu panggilan mana yang berasal dari pelanggannya dan ke mana panggilan masuk dikirim. Cloud PBX umumnya mengenal dua tipe trunk ke operator:

Register trunk Peer trunk
Cara PBX dikenali Username dan password; PBX mendaftar ke operator Alamat IP dan port atau domain PBX, atau jaringan privat langsung ke operator
Cara panggilan masuk diarahkan Ke PBX yang terdaftar Berdasarkan nomor DID, port PBX, atau domain PBX
Yang disiapkan pelanggan Kredensial dari operator Alamat IP atau domain PBX yang didaftarkan ke operator

Pada panduan konfigurasi VoipCall, kredensialnya berupa subscription URL, subscription ID, dan subscription password. Setelah dimasukkan, status trunk di PBX harus berwarna hijau sebagai tanda akun sudah terdaftar.

Beberapa cloud PBX juga menyediakan Account Trunk (PBX menjadi penyedia akun bagi perangkat lain) dan WebRTC Trunk (untuk click to call). Keduanya bukan line ke operator. Pembahasan autentikasi berbasis IP dari sisi keamanan ada di artikel keamanan VoIP.

Routing di dalam cloud PBX

Trunk saja belum cukup untuk menjadi line. Cloud PBX mengambil keputusan di dua titik: inbound route untuk panggilan masuk dan outbound route untuk panggilan keluar.

PBX memutuskan di dua titik: inbound route dan outbound route

 

 

Dua bagian berikut menjelaskan masing-masing titik keputusan itu.

Inbound: dari nomor DID ke tujuan

Panggilan masuk tidak otomatis berdering di telepon tertentu. Operator mengirim panggilan lewat trunk beserta nomor DID yang dituju, lalu cloud PBX mencocokkannya dengan inbound route. Satu inbound route menjawab tiga pertanyaan:

  • Trunk mana. Pada tutorial konfigurasi VoipCall, route dibuat dengan memilih trunk-nya.
  • DID mana. Satu trunk bisa membawa banyak DID, sehingga tiap nomor bisa diarahkan ke tujuan berbeda.
  • Tujuan. Misalnya IVR, ring group, antrean, atau satu ekstensi. Tutorial VoipCall memakai IVR sebagai contoh.

Contohnya, nomor utama perusahaan diarahkan ke IVR, nomor layanan pelanggan ke antrean, dan nomor direksi langsung ke satu ekstensi, semuanya lewat satu trunk.

Dua hal sering terlewat. Pertama, bila DID yang datang tidak cocok dengan route mana pun, PBX tidak punya tujuan dan panggilan umumnya gagal tersambung. Kedua, format DID yang dikirim operator (misalnya diawali 62 atau 0) harus sama dengan yang dicocokkan di PBX. Tanyakan format itu ke penyedia sebelum membuat route.

Outbound: dial pattern, urutan trunk, dan caller ID

Pada panggilan keluar, cloud PBX mengambil beberapa keputusan sebelum mengirim INVITE ke operator.

  1. Dial pattern. Outbound route aktif bila nomor yang ditekan cocok dengan polanya. Tutorial konfigurasi VoipCall memakai pola X, yaitu cocok dengan nomor apa pun. Pola yang lebih sempit memungkinkan route khusus, misalnya nomor internasional yang hanya boleh dipakai ekstensi tertentu. Tutorial yang sama juga memilih pengguna mana yang boleh memakai route.
  2. Pilihan trunk. Satu route dapat memuat lebih dari satu trunk. Urutannya menentukan trunk mana yang dicoba lebih dulu dan mana yang menjadi cadangan.
  3. Caller ID. Ini nomor yang tampil di telepon penerima. Pada tutorial VoipCall, kolom outbound caller ID diisi dengan subscription ID. Bila ingin menampilkan nomor DID perusahaan, pastikan operator mengizinkan nomor itu dikirim.
  4. Format nomor. Nomor yang ditekan karyawan (misalnya diawali 0) mungkin harus diubah ke format yang diminta operator. Banyak PBX menyediakan pengaturan untuk menghapus atau menambah digit di depan nomor. Tanyakan format yang diterima operator sebelum mengaturnya.

Keempat pengaturan ini bekerja di dalam PBX. Setelah keputusan diambil, pesan SIP dan aliran suaranya mengikuti alur yang sudah dijelaskan di artikel alur panggilan.

Kanal bersamaan: menghitung kebutuhan dengan Erlang B

Kanal menentukan berapa panggilan yang bisa berjalan serentak pada satu trunk. Bila semua kanal terpakai, panggilan berikutnya tidak tersambung walau ekstensi masih kosong. Menghitung kanal dari jumlah karyawan hampir selalu meleset; hitunglah dari trafik jam sibuk.

Beban trafik dinyatakan dalam Erlang: jumlah panggilan pada jam sibuk dikali durasi rata-rata dalam menit, dibagi 60. Contohnya 90 panggilan × 4 menit ÷ 60 = 6 Erlang. Dengan model Erlang B, target blocking 1% (sekitar satu dari seratus panggilan ditolak karena kanal penuh) membutuhkan 13 kanal untuk beban itu.

Beban (Erlang) Kanal untuk blocking 1% Kanal untuk blocking 2%
2 7 6
4 10 9
6 13 12
10 18 17
20 30 28
40 53 50

Angka di tabel adalah perkiraan dari model Erlang B, yang mengasumsikan panggilan datang acak dan panggilan yang ditolak tidak dicoba lagi. Hitung panggilan masuk dan keluar bersama bila keduanya memakai kanal yang sama. Setelah trunk aktif, bandingkan hasilnya dengan data CDR dan sesuaikan jumlah kanalnya.

Menelusuri masalah lewat status trunk dan CDR

Masalah line hampir selalu bisa dipersempit dengan dua alat bawaan cloud PBX. Monitor PBX menampilkan status trunk, ekstensi, dan panggilan bersamaan, sedangkan CDR (Call Detail Record) mencatat waktu, durasi, status, nomor asal, dan nomor tujuan setiap panggilan.

Gejala Kemungkinan penyebab Periksa
Trunk tidak berstatus terdaftar URL, ID, atau password salah, atau PBX tidak dapat menjangkau server operator Status trunk dan kredensial dari operator
Panggilan masuk tidak berdering Tidak ada inbound route yang cocok dengan DID, atau format DID berbeda Inbound route dan nomor tujuan di CDR
Panggilan keluar gagal ke nomor tertentu Dial pattern tidak cocok, ekstensi tidak termasuk pengguna route, atau format nomor tidak diterima operator Outbound route dan status panggilan di CDR
Sibuk saat jam sibuk padahal ekstensi kosong Kanal bersamaan penuh Jumlah panggilan bersamaan, lalu hitung ulang kebutuhan kanal
Nomor yang tampil di penerima tidak sesuai Pengaturan caller ID pada route atau kebijakan operator Caller ID di outbound route dan ketentuan operator

Bila panggilan tersambung tetapi suaranya bermasalah, lanjutkan ke artikel tentang RTP dan codec. Bila ada panggilan keluar yang tidak dikenali di CDR, mulai dari artikel keamanan VoIP.

Kesimpulan

Di dalam cloud PBX, SIP trunk berperan sebagai line lewat empat pengaturan: tipe trunk, inbound route (DID ke tujuan), outbound route (pola nomor, urutan trunk, caller ID), dan jumlah kanal bersamaan. Sebelum mengaktifkan trunk, tanyakan ke penyedia:

  • tipe trunk yang dipakai dan data yang harus dimasukkan ke PBX
  • format DID dan format nomor tujuan yang diterima
  • aturan caller ID untuk panggilan keluar
  • kemungkinan memindahkan nomor lama ke trunk baru
  • akses ke CDR dan jumlah kanal yang tersedia

Leave a Reply

Chat Chat/Call via WhatsApp