Bandwidth untuk Telepon Internet Itu Seperti Apa?

Mau pakai telepon lewat internet (VoIP) untuk kantor atau call center? Sebelum sibuk memikirkan jumlah jalur telepon, ada satu hal dasar yang wajib dicek dulu loh..

Jawabannya adalah bandwidth. Sebanyak apa pun jalur telepon yang kamu sewa, kalau bandwidth internetnya tidak cukup, suara tetap bisa putus-putus atau telepon gagal tersambung.

Jadi Bandwidth Itu Apa?

Bandwidth adalah besarnya “pipa” internet yang kamu punya. Semakin besar pipanya, semakin banyak data yang bisa lewat dalam satu waktu. Satuannya biasanya kbps (kilobit per detik) atau Mbps (megabit per detik).

Telepon lewat internet (VoIP) juga butuh pipa ini. Suara kita diubah jadi data, lalu dikirim lewat internet. Jadi setiap telepon yang berlangsung ikut memakai jatah bandwidth.

Satu Telepon Butuh Bandwidth Berapa?

Jawabannya tergantung codec, yaitu cara suara dikompres sebelum dikirim. Anggap saja codec itu seperti pilihan kualitas video: kualitas tinggi makan data lebih besar, kualitas standar lebih hemat.

Codec

Kira-kira per telepon

Catatan

G.711

80-100 kbps Suara jernih, tapi boros bandwidth
G.729 sekitar 30 kbps

Lebih hemat, kualitas masih layak

Angka ini perkiraan kasar karena hasil akhirnya bisa sedikit berbeda tergantung pengaturan jaringan.

Satu hal penting, telepon itu dua arah. Jadi upload dan download sama-sama terpakai. Kalau satu telepon butuh 100 kbps, artinya 100 kbps untuk upload dan 100 kbps untuk download.

Tanda-Tanda Bandwidth Kurang

Kalau bandwidth tidak cukup, biasanya muncul keluhan seperti ini:

  • Suara terputus-putus atau terdengar seperti robot
  • Ada jeda yang bikin obrolan jadi saling tabrakan
  • Suara satu arah (kamu dengar lawan bicara, tapi dia tidak dengar kamu)
  • Telepon tiba-tiba terputus di tengah jalan

Penyebabnya tidak selalu bandwidth kecil. Kadang internet yang tidak stabil juga bisa menimbulkan gejala yang sama. Tapi kalau keluhan muncul saat jam sibuk, kemungkinan besar bandwidth-nya memang kurang.

Tips Supaya Telepon Tetap Jernih

  1. Pilih codec sesuai kebutuhan. Kalau bandwidth terbatas, codec yang lebih hemat bisa jadi solusi.
  2. Pisahkan jalur telepon dari internet biasa. Kalau bisa, beri prioritas khusus untuk lalu lintas suara.
  3. Perhatikan kecepatan upload. Banyak paket internet rumahan atau kantor kecil punya upload jauh lebih kecil dari download, padahal telepon butuh keduanya.
  4. Pilih internet yang stabil. Kecepatan tinggi tidak ada gunanya kalau koneksinya sering putus.
  5. Tes dulu sebelum dipakai ramai-ramai. Coba simulasi banyak telepon sekaligus sebelum peluncuran promo atau kampanye.

Intinya

Channel menentukan berapa telepon yang boleh masuk, concurrent call menunjukkan berapa yang sedang berlangsung, dan bandwidth menentukan apakah semua telepon itu bisa berjalan lancar. Kalau satu dari ketiganya kurang, kualitas telepon ikut terganggu.

Jadi sebelum menambah channel, selalu cek dulu: internetnya kuat atau tidak?

Leave a Reply

Chat Chat/Call via WhatsApp